Belajar di luar kelas
Foto Kegiatan belajar di luar kelas.
Gelombang
Materi gelombang kelas XI.
Besaran dan satuan
Materi besaran dan satuan kelas X.
Kamis, 16 Juli 2020
Jumat, 03 Juli 2020
Lampu Tidur
Lampu tidur ini dibuat dengan mendaur ulang limbah bekas sendok
dengan memanfaatkan limbah kita mengurangi produksi sampah.
Pembuatan lampu tidur ini cukup mudah, hanya dengan beberapa bahan saja.
Model lampu pun bervariasi sesuai dengan minat pembeli.
Kami hadir untuk membantu pemerintah mengurangi produksi sampah
Harga bervariasi dan cukup bersahabat
Mulai Rp. 25.000,00
Jika berminat, hub kami di:
081254746914
dengan memanfaatkan limbah kita mengurangi produksi sampah.
Pembuatan lampu tidur ini cukup mudah, hanya dengan beberapa bahan saja.
Model lampu pun bervariasi sesuai dengan minat pembeli.
Kami hadir untuk membantu pemerintah mengurangi produksi sampah
Harga bervariasi dan cukup bersahabat
Mulai Rp. 25.000,00
Jika berminat, hub kami di:
081254746914
Rabu, 01 Juli 2020
Selasa, 23 Juni 2020
Lomba Inovasi Tingkat Nasional
Pembuatan Sasirangan MAN 1 HST
kali ini MAN 1 HST kembali membuat Sasirangan untuk seragam yang mereka pakai. Meskipun musim Pandemi tetap sesuai dengan Protokuler kesehatan. Berikut ini proses pembuatannya:
Lihat selengkapnya disini
Lihat selengkapnya disini
Kamis, 18 Juni 2020
Contoh Praktikum
Contoh Praktikum Hukum Archimedes
Banyak praktikum yang dapat kita buat dalam pembelajaran salah satunya adalah praktikum tenteng hukum archimedes. bahan dan alat nya sebagai berikut:
Bab I : Tujuan Percobaan
Banyak praktikum yang dapat kita buat dalam pembelajaran salah satunya adalah praktikum tenteng hukum archimedes. bahan dan alat nya sebagai berikut:
Bab I : Tujuan Percobaan
Untuk membuktikan peristiwa tenggelam, melayang dan mengapungnya suatu benda dan apa pengaruh garam yang dicampurkan dalam air terhadap keadaan benda tersebut.
Bab II : Landasan Teori
Hukum Archimedes menyatakan sebagai berikut, Sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya. Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida akan mendapatkan gaya angkat ke atas yang sama besar dengan berat fluida yang dipindahkan. Besarnya gaya ke atas menurut Hukum Archimedes ditulis dalam persamaan :
FA = p.V.g
Keterangan :
FA = gaya ke atas (N)
V = volume benda yang tercelup (m3)
p = massa jenis zat cair (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (N/kg)
Hukum ini juga bukan suatu hukum fundamental karena dapat diturunkan dari hukum newton juga. Bila gaya archimedes sama dengan gaya berat W maka resultan gaya =0 dan benda melayang .
- Bila FA>W maka benda akan terdorong keatas akan melayang
- Jika rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat massa telur maka agar telur berada dalam keadaan seimbang,volume zat cair yang dipindahkan harus lebih kecil dari pada volume telur.Artinya tidak seluruhnya berada terendam dalam cairan dengan perkataan lain benda mengapung. Agar benda melayang maka volume zat cair yang dipindahkan harus sama dengan volume telur dan rapatmassa cairan sama dengan rapat rapat massa benda. Jika rapat massa benda lebih besar daripada rapat massa fluida, maka benda akan mengalami gaya total ke bawah yang tidak sama dengan nol. Artinya benda akan jatuh tenggelam. Berdasarkan Hukum Archimedes, sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair akan mengalami dua gaya, yaitu gaya gravitasi atau gaya berat (W) dan gaya ke atas (FA) dari zat cair itu.
Bab III : Alat dan Bahan
Alat :
( 1) Gelas,
( 2) Sendok,
( 3) Tissue.
Bahan :
( 1) Telur,
( 2) Air,
( 3) Garam.
Rabu, 17 Juni 2020
Belajar diluar
Belajar diluar sebenarnya lebih menyenangkan. simak video berikut:
ini belajar diluar dibuat untuk latihan SAGUSABLOG yang diadakan oleh IGI
Selasa, 16 Juni 2020
Tokoh-tokoh Ilmuan Fisika
TOKOH-TOKOH ILMUWAN FISIKA
Silahkan download di SINI
Senin, 15 Juni 2020
contoh silabus
CONTOH SILABUS FISIKA
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
|
I
| |
I.
|
PENDAHULUAN
|
1
|
A. Rasional
|
1
| |
B. Kompetensi Setelah Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
|
1
| |
C. Kompetensi Setelah Mempelajari Fisika di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
|
3
| |
D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Fisika Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
|
3
| |
E. Pembelajaran dan Penilaian
|
8
| |
F. Kontekstualisasi Pembelajaran Fisika Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Peserta Didik
|
9
| |
II.
|
KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
11
|
A. Kelas X
|
11
| |
B. Kelas XI
|
16
| |
C. Kelas XII
|
22
| |
I. PENDAHULUAN
A. Rasional
Saat ini kita berada pada abad 21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat, sehingga sains dan teknologi merupakan salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa. Pembelajaran sains diharapkan dapat menghantarkan peserta didik memenuhi kemampuan abad 21. Berikut kemampuan yang diperlukan pada abad 21, yaitu: 1) keterampilan belajar dan berinovasi yang meliputi berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah, kreatif dan inovatif, serta mampu berkomunikasidan berkolaborasi; 2) terampil untuk menggunakan media, teknologi, informasi dan komunikasi (TIK); 3) kemampuan untuk menjalani kehidupan dan karir, meliputi kemampuan beradaptasi, luwes, berinisiatif, mampu mengembangkan diri, memiliki kemampuan sosial dan budaya, produktif, dapat dipercaya, memiliki jiwa kepemimpinan, dan tanggung jawab.
Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable); bermakna (meaningfull); dan bermanfaat untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.
Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktifitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.
B. Kompetensi Setelah Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dibelajarkan sejak SD/MI hingga SMA/MA. Pada jenjang SD/MI Kelas I, II, dan III (kelas rendah) muatan sains diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan di Kelas IV, V, dan VI (kelas tinggi) Ilmu Pengetahuan Alam menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pembelajarannya menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP/MTs menerapkan pembelajaran sains terpadu. Di tingkat SMA/MA Ilmu Pengetahuan Alam disajikan sebagai mata pelajaran yang spesifik yang terbagi dalam mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.
Setelah mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sejak Sekolah Dasar, lulusan pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh kecakapan untuk:
· menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk sains;
· memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang-bidang spesifiknya yaitu Fisika, Kimia dan Biologi;
· membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip sains;
· mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah;
· menyelesaikan masalah yang dihadapi lulusan dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah;
· mengenali dan menghargai peran sains dalam memecahkan permasalahan umat manusia, seperti permasalahan ketersediaan pangan, kesehatan, pemberantasan penyakit, dan lingkungan hidup.
· memahami dampak dari perkembangan sains terhadap perkembangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.
Kompetensi kerja ilmiah (penyelidikan) untuk setiap jenjang ditunjukkan dalam Gambar 2.
Gambar 1. Penjejangan Kerja Ilmiah pada Satuan Pendidikan
Dokumen Lengkap Silahkan Download disini














